Rabu, 25 Mei 2011

CONTOH ANOVA DUA JALAN

Jawab:
Sebelum dilakukan penelitian, maka perlu diketahui apakah kedua kelas dalam keadaan seimbang didasarkan dari tes awal sebelum diberikan perlakuan. Nilai tes awal baik pada kelas kontrol maupun kelas eksperimen, pada kelas kontrol  akan diberikan pembelajaran dengan metode konvensional dan pada kelas eksperimen akan diberi pembelajaran dengan pendekatan kontekstual disertai sentuhan humor, nilai pada kelas eksperimen dan kelas kontrol disajikan dalam tabel berikut:
Kelas Kontrol
Kelas Eksperimen
65, 64, 74, 74, 86, 81, 83, 65, 69, 69, 73, 63, 66, 78, 78, 79, 76, 72, 70, 71, 79, 91, 74, 77, 74, 65, 69, 83, 76, 61, 90, 75, 79, 76, 79, 72
76, 78, 69, 67, 71, 74, 81, 67, 73, 73, 65, 68, 65, 65, 78, 79, 69, 70, 74, 71, 70, 75, 68, 80, 61, 73, 69, 90, 79, 73, 73, 82, 63, 71
Dengan mengambil α = 5%, perlu dilakukan uji prasyarat yaitu normalitas dan homogeny serta uji hipotesis untuk mengetahui kemampuan kedua kelas tersebut.

Dilakukan uji prasyarat yaitu normalitas untuk kelas kontrol (konvensional) dan kelas eksperimen (kontekstual).

UJI NORMALITAS
1.    Formulasi Hipotesis
H0 : Sampel berasal dari populasi yang berdistribusi normal
H1 : Sampel tidak berasal dari populasi yang berdistribusi normal
2.    Taraf Signifikansi
α = 0,05
3.    Statistik Uji
Kolmogorof –Smirnov
4.    Komputasi











 














5.    Daerah Kritik
DK = {p│p < 5%}
6.    Keputusan Uji
Karena p  DK maka H0 tidak ditolak
7.    Kesimpulan
Sampel dari kelas kontrol (konvensional) dan kelas eksperimen (kontekstual) berasal dari populasi yang berdistribusi normal.

UJI HOMOGENITAS
1.    Formulasi Hipotesis
H0 : σ12 = σ22 (populasi-populasi homogen)
H1 : terdapat σ12 ≠ σ22 (populasi-populasi tidak homogen)
2.    Taraf Signifikansi
α = 0,05
3.    Statistik Uji
F - Test
4.    Komputasi











5.    Daerah Kritik
DK = {p│p < 5%}
6.    Keputusan Uji
Karena p = 0,325  DK maka H0 tidak ditolak
7.    Kesimpulan
Populasi-poulasi dari kelas kontrol (konvensional) dan kelas eksperimen (kontekstual) homogen.

UJI HIPOTESIS
Misalkan A = kelas kontrol (metode konvensional)
                B = kelas eksperimen (metode kontekstual)
1.    Formulasi Hipotesis
H0 : μA = μB
H1 : μA ≠ μB
2.    Taraf Signifikansi
α = 0,05
3.    Statistik Uji
t =  ~ t(nA - nB - 2)
4.    Komputasi
Two-Sample T-Test and CI: konvensional, kontekstual

Two-sample T for konvensional vs kontekstual

               N   Mean  StDev  SE Mean
konvensional  36  74.33   7.28      1.2
kontekstual   34  72.35   6.13      1.1


Difference = mu (konvensional) - mu (kontekstual)
Estimate for difference:  1.98
95% CI for difference:  (-1.24, 5.20)
T-Test of difference = 0 (vs not =): T-Value = 1.23  P-Value = 0.224  DF = 68
Both use Pooled StDev = 6.7495

Berdasarkan hasil di atas, diperoleh t = 1,23
                                                          p =  0,224
5.    Daerah Kritik
DK = {t│t < -1,699547 atau t > 1,99547}
DK = {p│p < 5%}
6.    Keputusan Uji
Karena t  DK            
            p  DK       maka H0 tidak ditolak
7.    Kesimpulan
Kemampuan siswa pada kelas kontrol (metode konvensional) sama dengan kemampuan siswa pada kelas eksperimen (metode kontekstual)

TES AKHIR
Untuk mengetahui apakah, ada perbedaan efek dari metode konvensional dan pendekatan kontekstual disertai sentuhan humor terhadap prestasi belajar,  efek dari gaya belajar terhadap prestasi belajar, interaksi dari metode konvensional dan pendekatan kontekstual disertai sentuhan humor dengan gaya belajar terhadap prestasi belajar disajikan dalam tabel berikut:
              Metode
Gaya
Belajar
Metode konvensional
Metode Kontekstual disertai sentuhan humor
Auditorial

92, 88, 77, 54, 81, 77, 65, 73, 65, 81, 77, 62
58, 69, 73, 85, 65, 58, 77, 85, 69, 69
Visual
73, 69, 58, 69, 65, 62, 54, 77, 81, 54, 65, 58, 73
65, 92, 85, 81, 92, 69, 77, 62, 72, 81, 96, 73, 85
Kinestetik
77, 62, 69, 50, 58, 58, 50, 69, 62, 58, 50
69, 73, 77, 54, 62, 54, 81, 65, 69, 81, 69
Dilakukan uji prasyarat yaitu uji normalitas sebanyak 5 (lima) kali, uji homogenitas sebanyak 2 (dua) kali dan dilakukan analisis variansi untuk mengetahui pengaruh metode belajar, gaya belajar, dan interaksi keduanya terhadap prestasi matematika.

UJI NORMALITAS
1.    Formulasi Hipotesis
H0 : Sampel berasal dari populasi yang berdistribusi normal
H1 : Sampel tidak berasal dari populasi yang berdistribusi normal
2.    Taraf Signifikansi
α = 0,05
3.    Statistik Uji
Kolmogorof –Smirnov
4.    Komputasi


















 




















 


















































5.    Daerah Kritik
DK = {p│p < 5%}
6.    Keputusan Uji
Karena p  DK maka H0 tidak ditolak
7.    Kesimpulan
Sampel dari kelas kontrol (konvensional) dan kelas eksperimen (kontekstual), gaya belajar auditorial, visual, dan kinestetik berasal dari populasi yang berdistribusi normal.



UJI HOMOGENITAS PADA METODE MENGAJAR
1.    Formulasi Hipotesis
H0 : σ12 = σ22 (populasi-populasi pada kedua metode mengajar homogen)
H1 : terdapat σ12 ≠ σ22 (populasi-populasi pada kedua metode mengajar tidak homogen)
2.    Taraf Signifikansi
α = 0,05
3.    Statistik Uji
F - Test
4.    Komputasi

















5.    Daerah Kritik
DK = {p│p < 5%}
6.    Keputusan Uji
Karena p = 0,951  DK maka H0 tidak ditolak
7.    Kesimpulan
populasi-populasi pada kedua metode mengajar homogen







UJI HOMOGENITAS PADA GAYA BELAJAR
1.    Formulasi Hipotesis
H0 : σ12 = σ22 (populasi-populasi pada kedua metode mengajar homogen)
H1 : terdapat σ12 ≠ σ22 (populasi-populasi pada kedua metode mengajar tidak homogen)
2.    Taraf Signifikansi
α = 0,05
3.    Statistik Uji
Bartlett
4.    Komputasi


















5.    Daerah Kritik
DK = {p│p < 5%}
6.    Keputusan Uji
Karena p = 0,119  DK maka H0 tidak ditolak
7.    Kesimpulan
populasi-populasi pada ketiga gaya belajar homogen








ANALISIS VARIANSI

1.      Formulasi Hipotesis
·        HoA  : ai = 0       Untuk Setiap i = 1,2,3
            H1A  : Paling sedikit ada satu ai ¹ 0
·        HoB  : bj = 0       Untuk Setiap j = 1,2
           H1B    : Paling sedikit ada satu bj ¹ 0
·        HoAB : abij = 0       Untuk Setiap i = 1,2,3   ; j = 1,2
           H1AB  : Paling sedikit ada satu abij ¹ 0
2.      Tingkat signifikan (a=5% )
3.      Statistik Uji
·         Untuk H0A adalah FA =  ~ F(2 ;64)
·         Untuk H0B adalah FB= ~ F(1 ;64)
·         Untuk H0AB adalah FA B =  ~ F(2 ;64)
4.      Komputasi

Source    DF   Seq SS   Adj SS  Adj MS     F      P
Gaya       2  1028.81  1009.25  504.62  5.30  0.007
Met        1   721.59   622.21  622.21  6.53  0.013
Gaya*Met   2   860.77   860.77  430.38  4.52  0.015
Error     64  6095.48  6095.48   95.24
Total     69  8706.64


5.      Daerah Kritik
  • DKA = {F׀ FA > F0.05;2;64 = 3.14044}  atau  DKA = {p ׀ p < 0.05 } 
  • DKB = {F׀ FB > F0.05;1;64 = 3.99092}  atau  DKB = {p ׀ p < 0.05 } 
  • DKAB = {F׀ FAB > F0.05;2;64 = 3.14044}  atau  DKAB = {p ׀ p < 0.05 } 
6.      Keputusan Uji
·        FA = 5.30 Є DKA maka HoA ditolak. 
p = 0,007 Є DKA maka HoA ditolak. 
·        FB = 6.53 Є DKB maka HoB ditolak
p = 0,013 Є DKB maka HoA ditolak. 
·        FAB = 4.52  Є  DKAB maka HoAB ditolak
p = 0,015  Є  DKAB maka HoAB ditolak. 
7.      Kesimpulan
·        Terdapat pengaruh gaya belajar terhadap prestasi belajar
·        Terdapat pengaruh yang  metode mengajar terhadap prestasi
·        Tidak terdapat interaksi yang antara pola gaya belajar dan metode mengajar terhadap prestasi belajar

Sehingga perlu uji lanjut anava, karena semua H0 ditolak

UJI LANJUT ANAVA

A.UJI LANJUT ANTAR BARIS
1.      H0 : μA = μv                                                μA = μk                                                  μv = μk
H1 : μA ≠ μv                                               μA≠ μk                                                  μv   μk
2.      Taraf Signifikansi
α = 0,05
3.      Komputasi

Tukey Simultaneous Tests
Response Variable Nilai
All Pairwise Comparisons among Levels of Gaya
Gaya = A  subtracted from:

      Difference       SE of           Adjusted
Gaya    of Means  Difference  T-Value   P-Value
K         -8.158       2.949   -2.767    0.0200
V          0.049       2.833    0.017    0.9998


Gaya = K  subtracted from:

      Difference       SE of           Adjusted
Gaya    of Means  Difference  T-Value   P-Value
V          8.206       2.827    2.903    0.0139

4.      Daerah Kritik
      DK = {p│p < 5%}
5.      Keputusan uji:
H0
p
Keputusan
Dif
Kesimpulan
μA= μv
0.9998
H0 tidak ditolak
0.049
μA = μv
μA= μk
0.0200
H0 ditolak
-8.158
μA > μk
μv= μk
0.0139
H0 ditolak
8.206
μv  > μk

6.      Kesimpulan
·         Gaya Belajar Auditorial memberikan efek yang sama dengan gaya belajar Visual. Sehingga dapat disimpulkan bahwa siswa yang mengikuti pembelajaran dengan gaya belajar Auditorial mempunyai prestasi belajar yang sama dengan siswa yang mengikuti pembelajaran dengan gaya belajar Visual
·         Gaya Belajar Auditorial memberikan efek yang tidak sama dengan gaya belajar Kinestetik. Sehingga dapat disimpulkan bahwa siswa yang mengikuti pembelajaran dengan gaya belajar Auditorial mempunyai prestasi belajar lebih baik daripada siswa yang mengikuti pembelajaran dengan gaya belajar Kinestetik.
·         Gaya Belajar Visual memberikan efek yang tidak sama dengan gaya belajar Kinestetik. Sehingga dapat disimpulkan bahwa siswa yang mengikuti pembelajaran dengan  gaya belajar Visual mempunyai prestasi belajar yang lebih baik daripada siswa yang mengikuti pembelajaran dengan gaya belajar Kinestetik.


B. UJI LANJUT ANTAR KOLOM
Tidak dilakukan,karena walaupun  H0 ditolak metode yang dibandingkan hanya terdiri dari 2 ( Konvensional dan Kontekstual disertai sentuhan humor). Untuk menentukan metode mana yang lebih baik dapat dilihat dari rata–ratanya. Dari hasil Analisis Data, metode Konvensional dan metode Kontekstual disertai sentuhan humor memberikan efek yang tidak sama dan dengan melihat reratanya.(μkonvensional = 67,03 dan  μkontekstual = 73,29 ) Dapat disimpulkan bahwa siswa yang diberikan pembelajaran dengan metode mengajar Kontekstual disertai sentuhan humor mempunyai prestasi lebih tinggi daripada siswa yang diberikan pembelajaran dengan metode Konvensional.

C. UJI LANJUT ANTAR SEL PADA BARIS YANG SAMA
1.      H0 : μ11 =  μ12                                            μ21 = μ22                                               μ31 = μ32
H1 : μ11 ≠ μ12                                            μ21 ≠ μ22                                              μ31   μ32
2.      Taraf Signifikansi
α = 0,05




3.      Komputasi
Gaya = A
Met = Konvensional subtracted from:

                   Difference       SE of           Adjusted
Gaya  Met            of Means  Difference  T-Value   P-Value
A     Kontekstual       -3.53       4.179   -0.846    0.9576

Gaya = K
Met = Konvensional subtracted from:

                  Difference       SE of           Adjusted
Gaya  Met           of Means  Difference  T-Value   P-Value
K     Kontekstual      8.273       4.161    1.988    0.3605


Gaya = V
Met = Konvensional  subtracted from:

                   Difference       SE of           Adjusted
Gaya  Met            of Means  Difference  T-Value   P-Value
V     Kontekstual       13.23       3.828    3.456    0.0120

4.      Daerah Kritik
      DK = {p│p < 5%}
5.      Keputusan Uji
H0
P
Keputusan
Dif
Kesimpulan
μ11 =  μ12
0.9576
H0 tidak ditolak
-3,53    
μ11 =  μ12
μ21 = μ22
0.0120
H0 ditolak
13,23     
μ21 < μ22             
μ31 = μ32
0.3605
H0 tidak ditolak
8,273      
μ31 = μ32
6.      Kesimpulan :
  • Dengan gaya belajar Auditorial pada pokok bahasan peluang, pembelajaran dengan metode Konvensional menghasilkan prestasi belajar yang sama dengan metode Kontekstual disertai sentuhan humor.
  • Dengan gaya belajar Visual pada pokok bahasan peluang, pembelajaran dengan metode Konvensional menghasilkan prestasi belajar yang tidak sama dengan metode Kontekstual disertai sentuhan humor dan dengan melihat rataan (μ21= 66 μ22 =79,23),makadapat disimpulkan bahwa pembelajaran dengan metode Kontekstual lebih baik daripada metode pembelajaran Konvensional
  • Dengan gaya belajar Kinestetik pada pokok bahasan peluang, pembelajaran dengan metode Konvensional menghasilkan prestasi belajar yang sama dengan metode Kontekstual disertai sentuhan humor.




UJI LANJUT ANTAR SEL PADA KOLOM YANG SAMA
1.      H0 : μ11 =  μ21                                            μ11 = μ31                                               μ21 = μ31
H1 : μ11 ≠ μ21                                            μ11 ≠ μ31                                              μ21   μ31

      H0 : μ12 =  μ22                                            μ12 = μ32                                               μ22 = μ32
H1 : μ12 ≠ μ22                                            μ12 ≠ μ32                                              μ22   μ32

2.      Taraf Signifikansi
α = 0,05
3.      Komputasi
Tukey Simultaneous Tests
Response Variable Nilai
All Pairwise Comparisons among Levels of Gaya*Met
Gaya = A
Met = Konvensional  subtracted from:

                     Difference       SE of           Adjusted
Gaya  Met              of Means  Difference  T-Value   P-Value
K     Konvensional       -14.06       4.074   -3.452    0.0122
V     Konvensional        -8.33       3.907   -2.133    0.2839


Gaya = A
Met = Kontekstual  subtracted from:

                   Difference       SE of           Adjusted
Gaya  Met            of Means  Difference  T-Value   P-Value
K     Kontekstual       -2.25       4.264   -0.529    0.9948
V     kontekstual        8.43       4.105    2.054    0.3245


Gaya = K
Met = Konvensional  subtracted from:

                     Difference       SE of           Adjusted
Gaya  Met              of Means  Difference  T-Value   P-Value
V     Konvensional        5.727       3.998    1.433    0.7073




Gaya = K
Met = Kontekstual  subtracted from:

                  Difference       SE of           Adjusted
Gaya  Met           of Means  Difference  T-Value   P-Value
V     Kontekstual     10.685       3.998   2.6726    0.0951


4.      Daerah Kritik
      DK = {p│p < 5%}

5.      Keputusan Uji
H0
p
Keputusan
Dif
Kesimpulan
μ11 =  μ21
0,2839
H0 tidak ditolak
-8,33
μ11 =  μ21
μ11 = μ31
0,0122
H0 ditolak
-14,06
μ11 > μ31
μ21 = μ31
0,7073
H0 tidak ditolak
5,727
μ21 = μ31
μ12 =  μ22
0,3245
H0 tidak ditolak
8,43
μ12 =  μ22
μ12 = μ32
0,9948
H0 tidak ditolak
-2,25
μ12 = μ32
μ22 = μ32
0,0951
H0 tidak ditolak
10,685
μ22 = μ32
6.      Kesimpulan :
  • Pada siswa yang diberi pembelajaran dengan metode Konvensional dan  gaya belajar Auditorial pada pokok bahasan peluang, menghasilkan prestasi belajar yang sama dengan metode Konvensional dan gaya belajar Visual, pembelajaran dengan metode Konvensional dan gaya belajar Auditorial, menghasilkan prestasi belajar yang lebih baik daripada metode pembelajaran Konvensional dan gaya belajar Kinestetik, pembelajaran dengan metode Konvensional dan gaya belajar Visual, menghasilkan prestasi belajar yang sama metode pembelajaran Konvensional dan gaya belajar Kinestetik.
  • Pada pokok bahasan peluang, siswa yang diberikan pembelajaran dengan metode Kontekstual dengan sentuhan humor siswa dengan gaya belajar Auditorial,Visual, dan Kinestetik menghasilkan prestasi belajar yang sama (A=V=K)



Tidak ada komentar:

Posting Komentar