Jawab:Sebelum dilakukan penelitian, maka perlu diketahui apakah kedua kelas dalam keadaan seimbang didasarkan dari tes awal sebelum diberikan perlakuan. Nilai tes awal baik pada kelas kontrol maupun kelas eksperimen, pada kelas kontrol akan diberikan pembelajaran dengan metode konvensional dan pada kelas eksperimen akan diberi pembelajaran dengan pendekatan kontekstual disertai sentuhan humor, nilai pada kelas eksperimen dan kelas kontrol disajikan dalam tabel berikut:
| Kelas Kontrol | Kelas Eksperimen |
| 65, 64, 74, 74, 86, 81, 83, 65, 69, 69, 73, 63, 66, 78, 78, 79, 76, 72, 70, 71, 79, 91, 74, 77, 74, 65, 69, 83, 76, 61, 90, 75, 79, 76, 79, 72 | 76, 78, 69, 67, 71, 74, 81, 67, 73, 73, 65, 68, 65, 65, 78, 79, 69, 70, 74, 71, 70, 75, 68, 80, 61, 73, 69, 90, 79, 73, 73, 82, 63, 71 |
Dengan mengambil α = 5%, perlu dilakukan uji prasyarat yaitu normalitas dan homogeny serta uji hipotesis untuk mengetahui kemampuan kedua kelas tersebut.
Dilakukan uji prasyarat yaitu normalitas untuk kelas kontrol (konvensional) dan kelas eksperimen (kontekstual).
UJI NORMALITAS
1. Formulasi Hipotesis
H0 : Sampel berasal dari populasi yang berdistribusi normal
H1 : Sampel tidak berasal dari populasi yang berdistribusi normal
2. Taraf Signifikansi
α = 0,05
3. Statistik Uji
Kolmogorof –Smirnov
4.
Komputasi
Komputasi![]() |
5. Daerah Kritik
DK = {p│p < 5%}
6. Keputusan Uji
7. Kesimpulan
Sampel dari kelas kontrol (konvensional) dan kelas eksperimen (kontekstual) berasal dari populasi yang berdistribusi normal.
UJI HOMOGENITAS
1. Formulasi Hipotesis
H0 : σ12 = σ22 (populasi-populasi homogen)
H1 : terdapat σ12 ≠ σ22 (populasi-populasi tidak homogen)
2. Taraf Signifikansi
α = 0,05
3. Statistik Uji
F - Test
4.
Komputasi
Komputasi5. Daerah Kritik
DK = {p│p < 5%}
6. Keputusan Uji
7. Kesimpulan
Populasi-poulasi dari kelas kontrol (konvensional) dan kelas eksperimen (kontekstual) homogen.
UJI HIPOTESIS
Misalkan A = kelas kontrol (metode konvensional)
B = kelas eksperimen (metode kontekstual)
1. Formulasi Hipotesis
H0 : μA = μB
H1 : μA ≠ μB
2. Taraf Signifikansi
α = 0,05
3. Statistik Uji
t =
~ t(nA - nB - 2)
4. Komputasi
Two-Sample T-Test and CI: konvensional, kontekstual
Two-sample T for konvensional vs kontekstual
N Mean StDev SE Mean
konvensional 36 74.33 7.28 1.2
kontekstual 34 72.35 6.13 1.1
Difference = mu (konvensional) - mu (kontekstual)
Estimate for difference: 1.98
95% CI for difference: (-1.24, 5.20)
T-Test of difference = 0 (vs not =): T-Value = 1.23 P-Value = 0.224 DF = 68
Both use Pooled StDev = 6.7495
Berdasarkan hasil di atas, diperoleh t = 1,23
p = 0,224
5. Daerah Kritik
DK = {t│t < -1,699547 atau t > 1,99547}
DK = {p│p < 5%}
6. Keputusan Uji
7. Kesimpulan
Kemampuan siswa pada kelas kontrol (metode konvensional) sama dengan kemampuan siswa pada kelas eksperimen (metode kontekstual)
TES AKHIR Untuk mengetahui apakah, ada perbedaan efek dari metode konvensional dan pendekatan kontekstual disertai sentuhan humor terhadap prestasi belajar, efek dari gaya belajar terhadap prestasi belajar, interaksi dari metode konvensional dan pendekatan kontekstual disertai sentuhan humor dengan gaya belajar terhadap prestasi belajar disajikan dalam tabel berikut:
MetodeGaya Belajar | Metode konvensional | Metode Kontekstual disertai sentuhan humor |
| Auditorial | 92, 88, 77, 54, 81, 77, 65, 73, 65, 81, 77, 62 | 58, 69, 73, 85, 65, 58, 77, 85, 69, 69 |
| Visual | 73, 69, 58, 69, 65, 62, 54, 77, 81, 54, 65, 58, 73 | 65, 92, 85, 81, 92, 69, 77, 62, 72, 81, 96, 73, 85 |
| Kinestetik | 77, 62, 69, 50, 58, 58, 50, 69, 62, 58, 50 | 69, 73, 77, 54, 62, 54, 81, 65, 69, 81, 69 |
Dilakukan uji prasyarat yaitu uji normalitas sebanyak 5 (lima) kali, uji homogenitas sebanyak 2 (dua) kali dan dilakukan analisis variansi untuk mengetahui pengaruh metode belajar, gaya belajar, dan interaksi keduanya terhadap prestasi matematika.
UJI NORMALITAS
1. Formulasi Hipotesis
H0 : Sampel berasal dari populasi yang berdistribusi normal
H1 : Sampel tidak berasal dari populasi yang berdistribusi normal
2. Taraf Signifikansi
α = 0,05
3. Statistik Uji
Kolmogorof –Smirnov
4.
Komputasi
Komputasi![]() |
![]() | |
![]() |
5. Daerah Kritik
DK = {p│p < 5%}
6. Keputusan Uji
7. Kesimpulan
Sampel dari kelas kontrol (konvensional) dan kelas eksperimen (kontekstual), gaya belajar auditorial, visual, dan kinestetik berasal dari populasi yang berdistribusi normal.
UJI HOMOGENITAS PADA METODE MENGAJAR
1. Formulasi Hipotesis
H0 : σ12 = σ22 (populasi-populasi pada kedua metode mengajar homogen)
H1 : terdapat σ12 ≠ σ22 (populasi-populasi pada kedua metode mengajar tidak homogen)
2. Taraf Signifikansi
α = 0,05
3. Statistik Uji
F - Test
4.
Komputasi
Komputasi5. Daerah Kritik
DK = {p│p < 5%}
6. Keputusan Uji
7. Kesimpulan
populasi-populasi pada kedua metode mengajar homogen
UJI HOMOGENITAS PADA GAYA BELAJAR
1. Formulasi Hipotesis
H0 : σ12 = σ22 (populasi-populasi pada kedua metode mengajar homogen)
H1 : terdapat σ12 ≠ σ22 (populasi-populasi pada kedua metode mengajar tidak homogen)
2. Taraf Signifikansi
α = 0,05
3. Statistik Uji
Bartlett
4.
Komputasi
Komputasi5. Daerah Kritik
DK = {p│p < 5%}
6. Keputusan Uji
7. Kesimpulan
populasi-populasi pada ketiga gaya belajar homogen
ANALISIS VARIANSI
1. Formulasi Hipotesis
· HoA : ai = 0 Untuk Setiap i = 1,2,3
H1A : Paling sedikit ada satu ai ¹ 0
· HoB : bj = 0 Untuk Setiap j = 1,2
H1B : Paling sedikit ada satu bj ¹ 0
· HoAB : abij = 0 Untuk Setiap i = 1,2,3 ; j = 1,2
H1AB : Paling sedikit ada satu abij ¹ 0
2. Tingkat signifikan (a=5% )
3. Statistik Uji
· Untuk H0A adalah FA =
~ F(2 ;64)
· Untuk H0B adalah FB=
~ F(1 ;64)
· Untuk H0AB adalah FA B =
~ F(2 ;64)
4. Komputasi
Source DF Seq SS Adj SS Adj MS F P
Gaya 2 1028.81 1009.25 504.62 5.30 0.007
Met 1 721.59 622.21 622.21 6.53 0.013
Gaya*Met 2 860.77 860.77 430.38 4.52 0.015
Error 64 6095.48 6095.48 95.24
Total 69 8706.64
5. Daerah Kritik
- DKA = {F׀ FA > F0.05;2;64 = 3.14044} atau DKA = {p ׀ p < 0.05 }
- DKB = {F׀ FB > F0.05;1;64 = 3.99092} atau DKB = {p ׀ p < 0.05 }
- DKAB = {F׀ FAB > F0.05;2;64 = 3.14044} atau DKAB = {p ׀ p < 0.05 }
6. Keputusan Uji
· FA = 5.30 Є DKA maka HoA ditolak.
p = 0,007 Є DKA maka HoA ditolak.
· FB = 6.53 Є DKB maka HoB ditolak
p = 0,013 Є DKB maka HoA ditolak.
· FAB = 4.52 Є DKAB maka HoAB ditolak
p = 0,015 Є DKAB maka HoAB ditolak.
7. Kesimpulan
· Terdapat pengaruh gaya belajar terhadap prestasi belajar
· Terdapat pengaruh yang metode mengajar terhadap prestasi
· Tidak terdapat interaksi yang antara pola gaya belajar dan metode mengajar terhadap prestasi belajar
Sehingga perlu uji lanjut anava, karena semua H0 ditolak
UJI LANJUT ANAVA
A.UJI LANJUT ANTAR BARIS
1. H0 : μA = μv μA = μk μv = μk
H1 : μA ≠ μv μA≠ μk μv ≠ μk
2. Taraf Signifikansi
α = 0,05
3. Komputasi
Tukey Simultaneous Tests
Response Variable Nilai
All Pairwise Comparisons among Levels of Gaya
Gaya = A subtracted from:
Difference SE of Adjusted
Gaya of Means Difference T-Value P-Value
K -8.158 2.949 -2.767 0.0200
V 0.049 2.833 0.017 0.9998
Gaya = K subtracted from:
Difference SE of Adjusted
Gaya of Means Difference T-Value P-Value
V 8.206 2.827 2.903 0.0139
4. Daerah Kritik
DK = {p│p < 5%}
5. Keputusan uji:
| H0 | p | Keputusan | Dif | Kesimpulan |
| μA= μv | 0.9998 | H0 tidak ditolak | 0.049 | μA = μv |
| μA= μk | 0.0200 | H0 ditolak | -8.158 | μA > μk |
| μv= μk | 0.0139 | H0 ditolak | 8.206 | μv > μk |
6. Kesimpulan
· Gaya Belajar Auditorial memberikan efek yang sama dengan gaya belajar Visual. Sehingga dapat disimpulkan bahwa siswa yang mengikuti pembelajaran dengan gaya belajar Auditorial mempunyai prestasi belajar yang sama dengan siswa yang mengikuti pembelajaran dengan gaya belajar Visual
· Gaya Belajar Auditorial memberikan efek yang tidak sama dengan gaya belajar Kinestetik. Sehingga dapat disimpulkan bahwa siswa yang mengikuti pembelajaran dengan gaya belajar Auditorial mempunyai prestasi belajar lebih baik daripada siswa yang mengikuti pembelajaran dengan gaya belajar Kinestetik.
· Gaya Belajar Visual memberikan efek yang tidak sama dengan gaya belajar Kinestetik. Sehingga dapat disimpulkan bahwa siswa yang mengikuti pembelajaran dengan gaya belajar Visual mempunyai prestasi belajar yang lebih baik daripada siswa yang mengikuti pembelajaran dengan gaya belajar Kinestetik.
B. UJI LANJUT ANTAR KOLOM
Tidak dilakukan,karena walaupun H0 ditolak metode yang dibandingkan hanya terdiri dari 2 ( Konvensional dan Kontekstual disertai sentuhan humor). Untuk menentukan metode mana yang lebih baik dapat dilihat dari rata–ratanya. Dari hasil Analisis Data, metode Konvensional dan metode Kontekstual disertai sentuhan humor memberikan efek yang tidak sama dan dengan melihat reratanya.(μkonvensional = 67,03 dan μkontekstual = 73,29 ) Dapat disimpulkan bahwa siswa yang diberikan pembelajaran dengan metode mengajar Kontekstual disertai sentuhan humor mempunyai prestasi lebih tinggi daripada siswa yang diberikan pembelajaran dengan metode Konvensional.
C. UJI LANJUT ANTAR SEL PADA BARIS YANG SAMA
1. H0 : μ11 = μ12 μ21 = μ22 μ31 = μ32
H1 : μ11 ≠ μ12 μ21 ≠ μ22 μ31 ≠ μ32
2. Taraf Signifikansi
α = 0,05
3. Komputasi
Gaya = A
Met = Konvensional subtracted from:
Difference SE of Adjusted
Gaya Met of Means Difference T-Value P-Value
A Kontekstual -3.53 4.179 -0.846 0.9576
Gaya = K
Met = Konvensional subtracted from:
Difference SE of Adjusted
Gaya Met of Means Difference T-Value P-Value
K Kontekstual 8.273 4.161 1.988 0.3605
Gaya = V
Met = Konvensional subtracted from:
Difference SE of Adjusted
Gaya Met of Means Difference T-Value P-Value
V Kontekstual 13.23 3.828 3.456 0.0120
4. Daerah Kritik
DK = {p│p < 5%}
5. Keputusan Uji
| H0 | P | Keputusan | Dif | Kesimpulan |
| μ11 = μ12 | 0.9576 | H0 tidak ditolak | -3,53 | μ11 = μ12 |
| μ21 = μ22 | 0.0120 | H0 ditolak | 13,23 | μ21 < μ22 |
| μ31 = μ32 | 0.3605 | H0 tidak ditolak | 8,273 | μ31 = μ32 |
6. Kesimpulan :
- Dengan gaya belajar Auditorial pada pokok bahasan peluang, pembelajaran dengan metode Konvensional menghasilkan prestasi belajar yang sama dengan metode Kontekstual disertai sentuhan humor.
- Dengan gaya belajar Visual pada pokok bahasan peluang, pembelajaran dengan metode Konvensional menghasilkan prestasi belajar yang tidak sama dengan metode Kontekstual disertai sentuhan humor dan dengan melihat rataan (μ21= 66 μ22 =79,23),makadapat disimpulkan bahwa pembelajaran dengan metode Kontekstual lebih baik daripada metode pembelajaran Konvensional
- Dengan gaya belajar Kinestetik pada pokok bahasan peluang, pembelajaran dengan metode Konvensional menghasilkan prestasi belajar yang sama dengan metode Kontekstual disertai sentuhan humor.
UJI LANJUT ANTAR SEL PADA KOLOM YANG SAMA
1. H0 : μ11 = μ21 μ11 = μ31 μ21 = μ31
H1 : μ11 ≠ μ21 μ11 ≠ μ31 μ21 ≠ μ31
H0 : μ12 = μ22 μ12 = μ32 μ22 = μ32
H1 : μ12 ≠ μ22 μ12 ≠ μ32 μ22 ≠ μ32
2. Taraf Signifikansi
α = 0,05
3. Komputasi
Tukey Simultaneous Tests
Response Variable Nilai
All Pairwise Comparisons among Levels of Gaya*Met
Gaya = A
Met = Konvensional subtracted from:
Difference SE of Adjusted
Gaya Met of Means Difference T-Value P-Value
K Konvensional -14.06 4.074 -3.452 0.0122
V Konvensional -8.33 3.907 -2.133 0.2839
Gaya = A
Met = Kontekstual subtracted from:
Difference SE of Adjusted
Gaya Met of Means Difference T-Value P-Value
K Kontekstual -2.25 4.264 -0.529 0.9948
V kontekstual 8.43 4.105 2.054 0.3245
Gaya = K
Met = Konvensional subtracted from:
Difference SE of Adjusted
Gaya Met of Means Difference T-Value P-Value
V Konvensional 5.727 3.998 1.433 0.7073
Gaya = K
Met = Kontekstual subtracted from:
Difference SE of Adjusted
Gaya Met of Means Difference T-Value P-Value
V Kontekstual 10.685 3.998 2.6726 0.0951
4. Daerah Kritik
DK = {p│p < 5%}
5. Keputusan Uji
| H0 | p | Keputusan | Dif | Kesimpulan |
| μ11 = μ21 | 0,2839 | H0 tidak ditolak | -8,33 | μ11 = μ21 |
| μ11 = μ31 | 0,0122 | H0 ditolak | -14,06 | μ11 > μ31 |
| μ21 = μ31 | 0,7073 | H0 tidak ditolak | 5,727 | μ21 = μ31 |
| μ12 = μ22 | 0,3245 | H0 tidak ditolak | 8,43 | μ12 = μ22 |
| μ12 = μ32 | 0,9948 | H0 tidak ditolak | -2,25 | μ12 = μ32 |
| μ22 = μ32 | 0,0951 | H0 tidak ditolak | 10,685 | μ22 = μ32 |
6. Kesimpulan :
- Pada siswa yang diberi pembelajaran dengan metode Konvensional dan gaya belajar Auditorial pada pokok bahasan peluang, menghasilkan prestasi belajar yang sama dengan metode Konvensional dan gaya belajar Visual, pembelajaran dengan metode Konvensional dan gaya belajar Auditorial, menghasilkan prestasi belajar yang lebih baik daripada metode pembelajaran Konvensional dan gaya belajar Kinestetik, pembelajaran dengan metode Konvensional dan gaya belajar Visual, menghasilkan prestasi belajar yang sama metode pembelajaran Konvensional dan gaya belajar Kinestetik.
- Pada pokok bahasan peluang, siswa yang diberikan pembelajaran dengan metode Kontekstual dengan sentuhan humor siswa dengan gaya belajar Auditorial,Visual, dan Kinestetik menghasilkan prestasi belajar yang sama (A=V=K)




